24-Dec-2008, Dian N. Pesiwarissa, Radio Baku Bae - Ambon
GUBERNUR Maluku, Karel Albert Ralahalu menegaskan, perayaan Natal 25 Desember 2008 tidak semata-mata sebagai sebua rutinitas, tetapi harus menjadi motivasi dan semangat pembaharuan dalam rangka membangun Maluku yang lebih bermartabat.
Basudara tuang hati jantong!
Ini ujang-ujang bagini, anana gagawang paskali deng akang honda-honda ni. Dong rasa sadap lai par balap dalang ujang bakat. Memang seng apapa kalu babasah, mar kalu talucu la jatuh, skang jadi apa?
Acim : Sander, itu sapa pung ana yang bawa motor macang bagitu tuh????
Sander : Abang e, mau tanya sapa pung ana lai asal katong bisa lia dia pung dalang muka lai. Helem su tutu muka macang bagitu la mau kanal bagumana, su bagitu lari tancap gas tinggi lai....
Masohi, MM.-Samasuru Uru Amalatu, sebuah Negeri Adat Dibelahan timur Nusantara, yang 82 tahun hak nya sebagai Negeri Adat di pasung karena kepentingan orang lain, akhirnya Selasa, (17/6) kemarin Negeri tersebut kemudian dikembalikan Statusnya yang ditetapkan oleh Bupati Maluku Tengah, Ir Abdulah Tuasikal, M.Si. pengembalian statusnya diwarnai dengan tangisan anak cucu Negeri tersebut.
Setelah Tuasikal membacakan Naskah pengembalian status negeri tersebut, air mata pun tak tertahankan. Mungkin karena sukacita, mungkin juga karena karena harus mengingat perjuangan generasi Negeri itu.
Bila mendengar kata rujak, saya yakin semua orang pasti tahu. Rujak adalah kudapan yang terdiri dari aneka buah dan dicampur dengan ulekan gula merah serta kacang. Saya juga yakin kudapan yang satu ini pasti ada di semua provinsi di Indonesia dan digemari oleh tua dan muda.
SABTU (31/5) kemarin, crew RBB sengaja meliburkan diri dari rutinitas kami sehari-hari memburu dan menulis berita. Awalnya sih, tidak ada rencana untuk liburan namun ketika sementara mengerjakan berita untuk hari Jumat (30/5), Bos Embong menawarkan rencana untuk refreshing bersama di akhir pekan.
Ajakan ini langsung diterima dan Pantai Natsepa jatuh sebagai pilihan untuk sejenak melepaskan penat karena rutinitas sepanjang minggu. Tidak tahu mengapa pilihannya dijatuhkan ke Pantai Natsepa, mungkin karena objek wisata pantai yang paling familiar bagi kami adalah Pantai Natsepa. Selain itu lokasinya yang mudah dijangkau dan letaknya tidak jauh dari pusat kota.
Sagu sangat menunjang kehidupan masyarakat di Maluku, oleh karena itu perlu Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi aset-aset di Maluku, agar tidak terabaikan dan selalu dilestarikan.[Wakil Gubernur Maluku, M.A.Latuconsina]
Ambon, MM.- Gubernur Maluku, Ralahalu membantah jika pembangunan Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Galala-Poka bakal mematikan usaha masyarakat kecil yang ada di kawasan tersebut (nelayan-red) seperti yang saat ini mengemuka dalam masyarakat.(Harian Mimbar Maluku - Ambon ,29-Jul-2008)
Ambon, MM.- Berbagai macam temuan kasus baru yang ditemukan pada SMA unggulan Siwalima seperti yang telah dikemukakan oleh pada MM edisi kemarin, sepertinya tidak digubris secara baik oleh Kadis Pendidikan Nasional Provinsi Maluku Ismail Titapele. Olehnya itu, untuk menyelesaian kasus tersebut maka komisi D DPRD Provinsi Maluku akan memanggil Kadis Diknas dalam waktu dekat untuk meminta klarifikasi pasca ditundanya pertemuan awal yang direncanakan sabtu kemarin yang hanya dihadiri oleh pejabat yang ditunjuk mewakili Kepala Dinas. (Harian Mimbar Maluku - Ambon ,29-Jul-2008)
Ambon,MM.- Penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang yang tingkat konsumsi dan peredarannya kian marak di tengah-tengah masyarakat terus mendapat perhatian dari pemerintah dalam hal ini Badan Narkotika Nasional. Perhatian itu diberikan lantaran dampak yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan Narkoba sangat berbahaya.(Harian Mimbar Maluku - Ambon ,29-Jul-2008)
Demo Pers: Puluhan wartawan dari media cetak maupun elektronik berunjuk rasa di Markas Polda Maluku, Kamis, (13/11) dengan membuat satu pernyataan diantaranya tentang penyelesian sengketa pers yang diatur Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang dilanggar oleh Kepala
Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan Barat Irjen Polisi Sisno Adiwinoto yang mengatakan bahwa wartawan bisa dipidanakan tanpa melalui hak jawab terlebih dahulu. [foto: halid sabban]
(Dian N. Pesiwarissa, Radio Baku Bae - Ambon ,27-Oct-2008)
ADA kejutan bagi para peserta Jujoro dan Mungare Kota Ambon tahun 2008. Bila dalam ajang yang sama di tahun-tahun sebelumnya para peserta hanya digembleng panitia lokal, tahun ini para peserta Jujaro Mongare kedatangan tamu khusus pada workshop yang dilangsungkan di Balai Kota Ambon, Senin (27/10) pagi, sebelum tampil dalam acara pemilihan malamnya.
Samuel Wattimena, salah satu disainer nasional dan Albertina Mailoa (Cika), Putri Pariwisata Indonesia tahun 2008, menjadi pembicara dan berbagi pengalaman dengan para peserta dalam workshop selama hampir dua jam.
Awalnya para peserta terlihat kaku dan gugup dengan kedatangan dua tamu khusus yang akan menjadi juri mereka ini. Namun, suasana perlahan mencair dan para peserta terlihat begitu antusias bertanya maupun menjawab pertanyaan kedua nara sumber baik, seputar penilaian mereka terhadap perkembangan pariwisata di Ambon, fashion sampai tanggungjawab sebagai duta pariwisata.
Baik Samuel, Cika maupun para peserta terlihat menikmati workshop meski hanya berlangsung singkat, sebab ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka.
Samuel memang sudah sering diminta sebagai juri dalam even-even sejenis berkelas internasional, tapi ini merupakan kali pertama bagi dirinya menjadi juri di Ambon tanah kelahirannya sekaligus masuk dalam workshop.
(M. Arief Natsir, Radio Baku Bae - Ambon ,25-Oct-2008)
TIDAK selamanya investasi di suatu daerah disambut baik masyarakat setempat, apalagi investasi dimaksud tidak membawa peningkatan kesejahteraan yang signifikan bagi masyarakat setempat. Seperti yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), masyarakat mengeluhkan pengeboran minyak yang dilakukan sejumlah perusahaan migas di daerah itu justeru mengancam ruang hidup mereka.
Akhir-akhir ini sejumlah warga di sekitar lokasi-lokasi sumur minyak di kabupaten tersebut mengklaim, keberadaan perusahaan-perusahaan minyak tidak membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Jumlah warga dengan status miskin, secara kasat mata diperkirakan semakin bertambah saja, nilai sejumlah warga.
"Masyarakat di desa-desa masih tetap kelihatan kumuh, tidak ada peningkatan status hidup yang berarti," keluh salah satu wartawan media lokal di Maluku, Abdullah Leurima, beberapa waktu lalu, usai melakukan liputan berita di wilayah itu.
Dalam pantauannya, Kabupaten dengan ibukota Bula yang dikenal masyarakat Maluku sebagai daerah petro dollar, karena sumberdaya minyak bumi yang melimpah itu, ternyata di hampir sebagian besar desa yang ada, masyarakat hidup di bawah standar kesejahteraan. Ibu-ibu rumah tangga dengan pakaian lusuh, sementara anak-anak kecil dan balita bertelanjang dada, bermain di halaman rumah yang rata-rata nyaris bagai gubuk-gubuk derita, sekalipun saat itu Lebaran Idul Fitri sedang berlansung.
Di lain pihak, sekelompok masyarakat desa, dimana perusahaan pengeboran minyak melancarkan aktifitasnya untuk mencari sumber-sumber minyak turut resah dan terancam. Mereka resah karena, selama ini merasa tidak pernah tersentuh oleh kemajuan pembangunan, semisal menikmati jaringan listrik maupun komunikasi.